Selasa, 30 April 2024

NEGARA YANG BERPURA-PURA MISKIN

 OMAN


        Oman adalah sebuah negara yang bertetangga dengan Uni Emirat Arab dan letaknya di ujung timur semenanjung arab. Kedua negara ini dikenal memiliki ekonomi yang sangat bergantung pada sumber daya alam, terutama pada gas dan minyak. Walaupun begitu, kedua negara ini memiliki perbedaan yang sangat signifikan. Hal ini dapat dilihat dari Tingkat kemakmuran yang mereka miliki berbeda. Dimana Uni Emirat Arab menekankan kemakmuran pada kota-kota seperti Dubai & Abu Dhabi yang kita ketahui mereka terkenal dengan Gedung-gedung pencakar langit megah, seperti : Burkholifah. Kehidupan warga disana pun sangat glamor, mobil-mobil sport dengan harga miliaran dapat kita lihat disepanjang jalan.

        Hal ini berbeda dengan Negara Oman, walaupun tergolong negara kaya. Oman memiliki kecenderungan mempertahankan kesederhanaan & memelihara nilai-nilai tradisional dalam menjalani kehidupan. Mereka lebih mementingkan keseimbangan antara kemajuan ekonomi dan gaya hidup sederhana. Dimana Pembangunan berkelanjutannya disertai pernghargaan terhadap keharmonisan antara budaya tradisional dan modernitas. Pemerintahannnya mengambil Langkah tegas untuk menjaga keindahan alam dan lanskapnya. Keputusan ini menjadi nyata dengan tidak adanya Gedung-gedungpencakar langit yang menjulang tinggi.

        Pemerintah Oman memberikan kebijakan resmi dalam membatasi tinggi bangunan hingga maksimal 5 lantai.  Bahkan menurut Sultan Oman, jika bangunan-bangunan tinggi dibangun maka hanya dapat dinikmati oleh Masyarakat kelas menengah ke atas sehingga menimbulkan ketimpangan sosial dan ketimpangan ekonomi, terutama pada Masyarakat kelas menengah ke bawah. Negara Oman ingin menampilkan bangunan arab yang lebih sederhana otentik dan alami mulai dari kota perbukitan seperti Jabal actor hingga wilayah dhofar. Hal ini berbeda dari banyak kota besar di negara-negara timur Tengah.  Maka dari itu tidak salah apabila Sebagian orang menyebut bahwa Oman adalah Negara Kaya yang sedang berpura-pura sebagai Negara Miskin. Dimana negara Oman sangat mampu untuk membangun arsitektur modern seeprti negara tetangganya.

        Oman merupakan negara kaya yang mampu memproduksi minyak sebesar 900.000 tetapi pendapatan negara yang besar tersebut digunakan untuk memberkan kesejahteraan kepada rakyatnya dan memakmurkan negaranya, seperti : membangun infrastruktur rumah sakit, sekolah, universitas dan perumahan bagi warga Oman. Bukti nyata tersebut dapat dilihat dari sangat jarang diemukannya tunawisma aau pengemis di negara Oman. Keluarga dengan ekonomi paling miskin sekalipun memiliki rumah sendiri dan alat transportasi berupa mobil. Pendidikan dan layanan Kesehatan di sana tersedia secara gratis. Dari segi mata uang, 1 Dolar Amerika jika dikonversi menjadi rupiah maka nilainya sekitar 15ribu rupiah, sedangkan satu Riyal Oman dikonversi menjadi rupiah maka nilainya sekitar 39ribu. Perbandingan ini menunjukkan bahwa mata uang Riyal Oman lebih tinggi daripada mata uang Dolar Amerika.

Dibawah kepemimpinan Sultan Qaboos bin Said, Oman telah mengembangkan ekonomi alternatif yang kuat termasuk perdagangan ikan, produksi kurma, dan industri pariwisatanya. hal ini dilakukan untuk mengurangi ketergantungannya pada sektor minyak dan menciptakan alternatif ekonomi yang kuat. Di negara ini, nilai pemungutan pajak penghasilan terhadap warganya tergolong kecil dan nilai tersebut dibayarkan untuk jaminan sosial. Jika ingin membeli minuman beralkohol orang Oman harus mempunyai lisensi khusus yang mengizinkan mereka membeli minuman tersebut dan pemerintah membatasi maksimal 10% dari gaji mereka untuk membeli minuman beralkohol.

        Di negara Oman, Tingkat kejahatannya hampir tidak ada. hal itu terjadi dikarenakan Pemerintah sangat tegas dalam menghukum pelaku kejahatan. Sebagian besar Masyarakat di Negara Oman beragama Islam. Oman adalah satu-satunya negara yang menjadikan aliran ibadi sebagai mahzab resmi di negaranya. Aliran ibadi termasuk aliran islam moderat ibadi, Dimana golongan muslim yang bersumber pada Al-Qur’an dan Al-Hadits dengan focus utamanya menjadi hamba Allah dengan sederhana. Keyakinan kaum ibadi adalah bahwa setiap muslim bersaudara dan hanya Allah yang akan menjadi hakim bagi umat manusia. Kaum ibadi mementingkan ukhuwah Islamiyah daripada bermusuhan hanya karena perbedaan aliran. Dari sini kita ketahui alasan mengapa masyarakat memilih hidup sederhana ketimbang dengan masyarakat di negara-negara lainnya.

4 komentar: