Jumat, 14 Juli 2023

KAMPUNG NAGA TASIKMALAYA


KAMPUNG YANG MENOLAK ADANYA LISTRIK & TEKNOLOGI

Kampung Naga, merupakan salah satu dari sekian kampung-kampung adat yang ada di Jawa Barat. Kampung Naga terletak dekat dengan jalan raya yang menghubungkan daerah Garut dengan Tasikmalaya. Kampung ini berada pada suatu lembah yang subur, dilalui oleh sebuah sungai yakni, sungai Ciwulan yang bermata air di Gunung Cikuray di daerah Garut. Lebih tepatnya lokasi Kampung Naga berada di wilayah Desa Neglasari Kecamatan Salawu Kabupaten Tasikmalaya. Untuk mencapai Kampung dari arah jalan raya Garut – Tasikmalaya, harus menuruni anak tangga sekira 335 anak tangga hingga sungai Ciwulan dengan kemiringan 45 derajat. Agama Penduduk Kampung Naga adalah agama Islam.


Penduduk kampung naga masih memegang teguh adat istiadat yang secara turun temurun berasal dari nenek moyang mereka. Dimana Penduduk Kampung Naga masih sangat patuh terhadap pesan leluhur mereka, mulai dari soal kesederhanaan, hidup rukun dengan memegang teguh adat tradisi dalam menjaga alam, termasuk soal hubungannya dengan lingkungan sekitar pemberi kehidupan. Penduduk Kampung Naga pun masih tetap menjaga keaslian budaya mereka tanpa terpengaruh oleh kemajuan teknologi dan informasi di era sekarang. Mereka juga tetap menjaga dan menghormati hutan yang dianggap terlarang “Pamali” oleh masyarakat sekitar tersebut.


Kampung Naga memiliki sejarah panjang seputar kerajaan tanah sunda. Salah satunya adalah Raja Dipuntang yang merupakan sesepuh awal di kampung Naga dan menurunkan Pangeran Singaparana yang menjadi Panglima Kerajaan Timbang Anten dengan Rajanya pada saat itu adalah Wangsadikarya yang kelak menjadi pemimpin di Kampung Naga yang arif dan bijaksana. 

mengutip dari media Kumparan.com (https://kumparan.com/potongan-nostalgia/asal-usul-masyarakat-kampung-naga/full) menyebutkan bahwa penamaan “naga” dijelaskan dalam sebuah lempengan kuningan yang dinamakan “Piagam Naga”. Akan tetapi lempengan tersebut musnah bersamaan dengan naskah daun lontar, pusaka, dan benda-benda bukti sejarah lainnya yang disimpan di “Bumi Ageung”, sebuah tempat yang disakralkan oleh masyarakat, ketika terjadi pemberontakan DI/TII tahun 1956.  Akibat dari peristiwa tersebut, masyarakat Kampung Naga merasa kehilangan jejak masa lalu dari keberadaan mereka. Masyarakat Kampung Naga percaya bahwa leluhur mereka berasal dari Kerajaan Galunggung, bernama Sembah Dalem Eyang atau Eyang Singaparna yang merupakan anak dari Prabu Rajadipuntang (Raja Galunggung ke-7).  Menurut sebuah cerita lisan, pada abad ke-16 terjadi permasalahan kekuasaan di Kerajaan Galunggung. Ketika pergolakan penurunan tahta tersebut, Prabu Rajadipuntang berhasil meloloskan diri dengan membawa sejumlah pusaka kerajaan. Raja kemudian menemukan sebuah muara yang terletak di antara Sungai Cikole dan Sungai Cihanjatan. Prabu Rajadipuntang kemudian membagikan pusaka kerajaan ke masing-masing putranya. Eyang Singaparna mendapatkan warisan ilmu kabodoan (kebodohan). Dengan ilmunya tersebut, Eyang Singaparna mendapatkan ketenangan hidup agar bisa bersembunyi di sebuah tempat yang terang. Dalam perjalannya mencari kesahajaan hidup tersebut, Singaparna sampai di tempat yang dianggap aman dan tenang, sebuah lembah di pinggi Sungai Ciwulan. Sebuah lembah yang subur dan indah dengan dikelilingi perbukitan itulah yang kemudian menjadi Kampung Naga.


Di kampung naga saat ini Terdapat 3 (tiga) kesenian Penduduk Kampung Naga yang sering ditampilkan hingga saat ini yaitu Terbang Gembrung, Terbang Sejak dan Angkluin.  Instrumen music dalam kesenian Terbang Gembrung dapat dimainkan oleh banyak orang yang biasa ditampilkan pada saat hari besar Islam seperti Idul Fitri, Idul Adha, Ramadhan, maupun Maulud Nabi. Untuk permainan tradisi kesenian Terbang biasa dilaksanakan dalam momentum kapan saja, dengan melibatkan pemain sebanyak enam orang dengan alat musik seperti rebana.


Impian masyarakat kampung naga adalah menjadi sebuah desa adat bertaraf nasional, sehingga kedepannya bisa menjadi magnet baru sebagai destinasi wisata unggulan, di kawasan tatar sunda bagian selatan Jawa tersebut. Hal ini didasari Atas banyaknya potensi Kampung Naga tersebut, seperti : Eksotisme wilayah, dengan ragam kekayaan adat budaya, menjadi daya tarik tersendiri bagi setiap pengunjung yang datang.


Tatanan lingkungan Kampung Naga sangat rapi & Lingkungannya bersih, suhu udara adem. Di sisi kanan aliran sungai Ciwulan bergerak tenang mengeluarkan suara gemericik. Di sebelah kiri deretan rumah tertata rapi, bagian depan rumah menghadap utara atau selatan. Sementara suhunan atau atap bangunan memanjang dari timur ke barat. Semuanya beratap ijuk dan bahan bangunan rumahnya terbuat dari kayu hutan. Bangunan rumah panggung itu ditopang oleh batu sebagai pondasi. Meski sederhana, namun ventilasi berupa jendela membuat rumah memiliki sirkulasi udara yang cukup. Dan tak kalah penting rumah ini tahan gempa. Selain sawah ada pula kolam-kolam ikan milik warga dan tanah lapang di depan mesjid kampung yang juga memiliki arsitektur serupa dengan rumah warga. Aktivitas warga relatif tenang, tak ada hiruk pikuk. Rata-rata penduduk kampung naga bekerja di sawah, di kolam ikan atau meraut bilah bambu untuk bahan kerajinan. Sementara di tanah lapang, anak-anak asyik bermain. Warga menyambut hangat setiap tamu yang datang.


Map Kampung Naga

12 komentar:

  1. Menarik buat di kunjungi yaa kampungnya ..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya....
      Hayuk²....
      Biar bisa healing n refreshin pikiran

      Hapus
  2. Jadi pengen healing hehehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Jangan pengen aja....
      Tp segera direalisasikan ya

      Hapus
  3. kerennn kak, jadi nambah pengetahuan akuuuu. addicted banget sama artikel kakak. semangat kak, aku selalu stay tune ! 😊😍

    BalasHapus
    Balasan
    1. Makasi banyak ya....
      Bantu share ya kak, agar blog ini bisa berkembang.

      Hapus
  4. wow, di indo masih banyak jg ya ternyata hal2 unik, next spill kampung terdalam di papua kak!

    BalasHapus
    Balasan
    1. Siap kak...
      Aku usahakan untuk segera ngulik tentabg kampung terdalam di papua.
      Makasii ya buat sarannya

      Hapus
  5. Keanekaragaman indonesia

    BalasHapus