Rabu, 22 Maret 2023

ALASAN JD.ID TIDAK BISA BERTAHAN DI INDONESIA


 
 Menurut wikipedia.org , JD.ID (PT. Jingdong Indonesia Pertama) adalah perusahaan perdagangan elektronik di Indonesia yang didirikan oleh Liu Qiangdong. JD.ID merupakan anak perusahaan ritel raksasa di Tiongkok, yaitu JD.com. Berawal dari menjual produk optik magnet dengan membuka toko fisik bernama Jingdong Century Trafing Co, Ltd pada tahun 1998, ritelnya berkembang dengan menjual barang elektronik, telepon seluler, hingga komputer. Dan Jd.com merupakan The Most Advance Logistics Center Warehouse no.1 di Asia. Berikut di bawah ini cerita suksesnya JD.com dari awal :

The succes story

1998, awal berdirinya JD.com dengan nama Jingdong Century Trading Co. Sebagai toko jual barang elektronik ( belum jadi e-commerce).

2004 Jd.id membuat website B2C pertamanya rilling dengan nama jdlaser.com

2007 mengubah nama domainnya jadi 360buy.com

2007 company nya berubah nama lagi menjadi Jingdong mall

2008 JD Mall mulai offer general Merchandise, transforming dari yang awalnya cuman jualan electronic retailer meningkat menjadi full fledged e-commerce platform

2010 JD jadi the real e-commerce JD.com

2014 Tencent (Konglomerasi di China) berhasil acquired 15% stake di JD.com dan ngasih akses eksklusif ke semua platform kayak weChat dan mobil QQ.

2015 JD.id menjadi platform jual beli online di Indonesia

    Perkembangan e-commerce jadi salah satu industri yang paling cepet di indonesia, Everyone is going online. Indonesia penetrasinya di atas China dan JD ingin menjadi salah satu bagian dari itu. Namun betapa kagetnya, ketika JD.ID memberikan pengumuman bahwa mereka akan berhenti menerima pesananan mulai tanggal 15 Februari 2023 dan semua layanannya akan dihentikan pada 31 Maret 2023. Banyak yang manduga hal ini dikarenakan para petinggi JD.ID tidak pernah jujur kepada perusahaan induknya JD.com, mereka hanya berusaha membuat kondisi perusahaan terlihat baik saja. Berikut analisa penyebab kegagalan JD.id :

1.              Salah menerapkan Strategi

JD.id disebut salah menerapkan strategi dalam bisnisnya di Indonesia. Mereka Gagal adaptasi behavior market, mereka berharap penerapan strategi yang diterapkan di china bakal bisa berjalan di indonesia. Implementasi strategi yang mereka terapkan berjalan lebih lambat dibanding dengan perencanaan awalnya. Asumsi ini dibenarkan oleh penjelasan Head of Corporate Communication & Public affairs JD.ID. Gagal saing sama competitornya seperti tokopedia dan shopee. Seperti yang kita ketahui, ketika kita melakukan ekspansi di new market perusahaan perlu melakukan beberapa langkah, yaitu : 

  • Membangun legalitas lokal
  • Membangun team lokal
  • Merekrut orang-orang yang mengerti pasar “market” di Indonesia
  • Beradaptasi dengan pola pikir / kebiasaan masyarakat di Indonesia
  • Barulah eksekusi di market Indonesia 
  • Merekrut orang-orang yang mengerti pasar “market” di Indonesia 
  • Beradaptasi dengan pola pikir / kebiasaan masyarakat di Indonesia
  • Barulah eksekusi di market Indonesia

2.              Bad hire

Bos JD, Richard Liu menyatakan direktur JD.id tidak becus dan kerjaannya hanya membuat PPT cantik. Selain itu, 40 vice president yang ada di jd.id kurang terbuka atas keadaan yang sebenarnya, ada beberapa hal yang penting namun mereka tutupi demi nama baik mereka. Managemennya gagal untuk bisa eksekusi strategi dan terlalu fokus dengan bagaimana mempercantik situasi perusahaan agar induknya tidak marah. Sebagai contoh, mereka membuat suatu acara namun tidak berjalan dengan baik, dimana eventnya jelek. Namun mereka mempaket dan memberikan laporan ke CEO bahwa event ini event yang bagus. Mungkin inilah yang dinamakan culture toxic yang membuat ambisi besar JD.com dengan strategi yang luar biasa bagus dan dana yang lumayan besar. Strategi yang mereka tawarkan sebenarnya bagus namun working level atau operational level tidak bisa menurunkan strategi menjadi action plan, key activity, performance matrix, organizational managemen, operations process, semua perintilan-perintilan sampe dieksekusi dengan baik.

Fenomena umum yang terjadi di dunia startup, banyak founder startup berasal dari consulting atau pernah di VC. Mereka jago banget bikin PPT. Maksud dari jago bikin PPT ini adalah mereka jago mempaket sebuah data atau situasi bisnis jadi kelihatan lebih bagus daripada keadaan sebenarnya. good strategies need good people untuk create good execution. Good disini belum tentu orang pinter, tapi orang yang jujur dan berkarakter juga.

3.              Force Majure

Seperti yang kita ketahui, di tahun 2019 adanya covid-19 menyerang di berbagai belahan dunia termasuk Indonesia tidak hanya berdampak pada kesehatan masyarakat, tetapi juga memengaruhi kondisi perekonomian, pendidikan, dan kehidupan sosial masyarakat Indonesia. Hal ini menyebabkan Menurunnya berbagai aktivitas ini berdampak pada kondisi sosial-ekonomi masyarakat, khususnya masyarakat rentan dan miskin. Dampak ekonomi global ini yang membuat melemahnya ekonomi terutama ekonomi di Tiongkok karena semua elemen masyarakat, baik Pemerintah maupun perusahaan & masyarakat biasa fokus menghadapi virus corona.

Seperti hal nya Pihak JD.ID , pandemi covid-19 membuat bisnis mereka semakin terpuruk. Hal ini dibuktikan dengan mereka harus melakukan PHK di september 2022 dan mereka telah melakukan PHK sebanyak 2x dalam setahun. namun ada informasi lain yang menyebutkan bahwa sebenarnya isu operasional (tutup) itu sudah dari awal 2022. Keputusan itu diambil karena JD.com akan berfokus pada pembangunan jaringan rantai pasok lintas negara.

2 komentar: